
Komputer Anda terasa makin kuno? Jangan buru-buru membeli komputer yang baru. Pilihan upgrade biasanya selalu ada.
Cara ini layak dilirik karena sering lebih murah dibandingkan dengan
membeli komputer anyar. Upgrade dapat dilakukan mulai dari prosesor,
cakram keras, memori alias RAM sampai sistem operasi.
Pemasangan prosesor baru akan memberi otak yang lebih encer pada
komputer, sedangkan upgrade cakram keras selain dapat memberikan
kapasitas penyimpanan yang lebih besar juga dapat mendukung kinerja.
Karena ukurannya yang lebih lega,upgrade komputer desktop jauh lebih
mudah dilakukan daripada laptop. Kita dapat dengan mudah membongkar
casing komputer desktop, mencopot, dan mengganti komponen yang hendak
di-upgrade.
Sebaliknya komputer jinjing biasanya dirancang agar berukuran kompak
dan mengambil tempat sesedikit mungkin. Meskipun menguntungkan dari segi
portabilitas, ini juga membuat kita lebih susah mengutak-atiknya.
Prosesor
Sebelum membeli komponen baru dan melakukan upgrade, sebelumnya kita
harus mencatat terlebih dahulu komponen apa saja yang bisa dan perlu
dimutakhirkan. Pada umumnya, asal komponen itu tidak dilas mati, kita
dapat melakukan upgrade.
Komponen baru yang hendak dipasang mungkin harus terlebih dahulu
didukung oleh BIOS. Sebagai contoh prosesor generasi yang lebih baru
daripada waktu rilis motherboard biasanya mensyaratkan pembaruan BIOS.
Pembaruan dapat dilakukan dengan mengunduh BIOS baru dari vendor.
Untuk prosesor kita perlu mencatat soket alias slot yang digunakan.
Kita tidak dapat mengganti prosesor Intel dengan AMD. Begitu pula
sebaliknya.
Namun, bahkan bila kita menggunakan prosesor dari vendor yang sama, soket yang digunakan sering berganti pada tiap generasi.
Soket yang digunakan oleh prosesor desktop juga berbeda dengan mobile.
Karena itu,Anda harus meriset dengan baik bila hendak meng-upgrade
prosesor.
Upgrade RAM
Upgrade yang lebih mudah adalah RAM dan cakram keras. Standar keping
RAM memudahkan kita memilih. Vendor RAM pun lebih beragam dibandingkan
dengan prosesor.
Hal pertama yang perlu diperhatikan ketika hendak upgrade RAM adalah
kapasitas maksimum yang didukung motherboard. Ini biasanya tidak hanya
dibatasi oleh BIOS, tapi juga slot yang tersedia.
Tergantung generasi motherboard/komputer yang Anda miliki, satu slot
juga mungkin hanya mendukung keping RAM 1 GB, 2 GB atau 4 GB.
Kita juga perlu memperhatikan jenis keping RAM yang diterima.
Tergantung umur komputer, Anda mungkin harus membeli keping DDR3, DDR2
atau bahkan DDR SDRAM bila komputer Anda sangat lawas. Seperti pada
prosesor, terdapat perbedaan jenis antara keping RAM untuk desktop dan mobile.
Kecepatan transfer data yang didukung motherboard juga perlu
diperhatikan, tetapi biasanya tidak terlalu esensial. Bila RAM yang
dipasang lebih cepat daripada yang didukung motherboard, kecepatan RAM
akan turun sesuai dengan kecepatan maksimum. Kecepatan RAM ini disebut
sebagai data rate. Umumnya keterangan ini disebutkan di kemasan.
Cakram keras (hard disk)
Sebagai tempat menyimpan data,cakram keras berperan penting dalam
komputer pribadi. Selain data pribadi,cakram keras juga menyimpan sistem
operasi yang dijalankan komputer. Ketika membeli cakram keras biasanya
kita memperhatikan kapasitas penyimpanan data, tetapi kecepatan
sebenarnya sangat penting bila kita menginginkan kinerja komputer yang
lebih baik.
Kehabisan tempat di cakram keras biasanya menjadi alasan penting untuk upgrade. Tentunya kita menginginkan cakram keras dengan kapasitas sebesar mungkin yang dapat kita beli.
Ukuran cakram keras untuk desktop dan laptop biasanya berbeda.
Kebanyakan komputer desktop menggunakan cakram keras berukuran 3,5 inci,
sedangkan laptop berukuran lebih kecil.
Cakram keras untuk laptop biasanya berukuran 2,5 inci, namun ada pula yang lebih kecil lagi hingga 1,8 inci.
Kebanyakan cakram keras pada saat ini menggunakan antarmuka SATA
(Serial ATA), namun bila komputer Anda sudah berumur bisa jadi yang
dapat dipasang hanyalah cakram keras antarmuka IDE atau ATA, pendahulu
serial ATA.
Bila Anda lebih memperhatikan kecepatan, Anda mungkin juga ingin melakukan upgrade dengan memasang solid state disk (SSD).
SSD menggunakan antarmuka SATA yang sama dengan cakram keras yang
merupakan cakram magnetik, sehingga dapat langsung dipasang pada
komputer yang belum terlalu lawas.
Sistem operasi
Upgrade sistem operasi mungkin perlu dilakukan bila aplikasi
yang ingin Anda jalankan hanya tersedia pada sistem operasi baru,
seperti Windows 7.
Masalah yang sering ditemukan adalah driver untuk komponen atau
periferal komputer Anda tidak tersedia untuk komputer yang lebih baru.
Bila ini terjadi komponen tersebut tidak akan dapat berfungsi.
Untuk menghindari hal ini sebaiknya Anda memeriksa terlebih dahulu dukungan terhadap komponen lawas itu.
Peningkatan sistem operasi juga mungkin diperlukan bila Anda ingin
meningkatkan RAM di atas 4 GB. Windows 32 bit hanya dapat menangani RAM
di bawah 4 GB.
Bila Anda ingin menambahkan RAM lebih banyak, Anda harus memasang versi
64 bit. Bagaimana? Siap mendongkrak performa komputer? Selamat mencoba.
(sut)
sumber :
http://www.bisnis.com